Trend Following

Ikut tren yang sudah terbentuk saat pullback, dan biarkan struktur yang menentukan kapan tren selesai.

Timeframe yang disarankanD1 / H4

Konten contoh, menunggu review Bangrazka

Gambaran

Trend following rela kehilangan awal dan akhir pergerakan demi trading di bagian tengahnya. Entry diambil saat pullback; keluar saat struktur patah melawan tren.

Tujuan

  • Trading hanya di tren yang sudah terbentuk
  • Entry saat pullback, bukan saat breakout
  • Keluar saat struktur gagal

Kondisi market yang cocok

  • Higher high dan higher low (atau kebalikannya)
  • EMA berurutan dan miring

Tools dan indikator

  • EMA 20 / 50 / 200
  • Market structure

Bias market

Arah tren di timeframe trading.

2050200
Diagram ilustrasi, bukan data market asli.

Aturan entry

  • Tunggu pullback ke EMA 20 atau 50
  • Entry saat harga kembali bergerak searah tren

Konfirmasi

  • Higher low bertahan
  • Close kembali di atas EMA 20

Stop loss dan take profit

  • Stop di bawah low pullback
  • Geser stop ke bawah setiap higher low baru

Manajemen risiko

  • Posisi lebih kecil kalau pullback-nya dalam
  • Tidak menambah posisi yang sedang loss

Contoh valid

Uptrend daily, pullback ke EMA 50 bertahan sebagai higher low, candle berikutnya close kembali di atas EMA 20. Entry dengan stop di bawah higher low.

Contoh tidak valid

Pullback close di bawah higher low sebelumnya: itu CHoCH, bukan pullback.

Kesalahan umum

  • Menebak puncak di tren yang kuat
  • Entry terlambat setelah pergerakan panjang

Kelebihan

  • Aturannya sederhana
  • Menangkap pergerakan besar

Keterbatasan

  • Profit terkikis di akhir tren
  • Kesulitan saat market ranging

Tidak ada strategi yang menjamin profit atau win rate tertentu. Uji dulu di akun demo dan hitung setiap posisi dari risiko tetap.